Laman

Jumat, 11 Januari 2013

Siapakah Pencetus Gagasan PNPM Mandiri

Siapakah pencetus gagasan PNPM Mandiri? Entah kenapa pertanyaan ini terngiang-ngiang di pikiran saya seperti komedi putar. Caya mencoba googling dengan berbagai kata kunci, tapi tak jua menemukan hasilnya.

Ketika pertanyaan ini saya sodorkan ke seorang kawan pelaku PNPM, dia berkata seperti ini. Ada baiknya kita mengerti sejarahnya dulu.

Saya bukan partisipan PNPM Mandiri baik Perkotaan maupun Pedesaan. Saya juga tidak tahu menahu tentang apa dan bagaimana itu PNPM Mandiri. Jika saya harus mencari tahu sejarah PNPM Mandiri, maka saya harus memulai dari hulu ke hilir. Ya, saya harus memahami embrio. Berharap si embrio bisa mengantarkan saya ke lautan jawaban.

1. Dimulai pada tahun 1993, ketika pemerintah orde baru mencanangkan program IDT alias Inpres Desa Tertinggal.

2. Kemudian pada tahun 1998, untuk mengatasi dampak krisis ekonomi meluncurkan program PDM-DKE. PDMDKE sendiri adalah singkatan dari Pemberdayaan Daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi.

3. Pada tahun 1999 diluncurkan KUT, khususnya untuk kegiatan pertanian.

4. Barulah pada tahun 2001 mulai diperkenalkan program PPK (untuk wilayah pedesaan) dan program P2KP. Program P2KP adalah embrio dari PNPM Mandiri saat ini.

Selain empat poin di atas, ada banyak program sektoral yang telah dikembangkan oleh dinas/ instansi pemerintah seperti P4K (Departemen Pertanian), UEDSP (Departemen Dalam Negeri), P2WKSS dan UPPKS (BKKBN), USEPKM oleh Departemen Sosial (sumber: Ngatidjo, 2004).

Implementasi otonomi daerah pada tahun 2001 juga didorong oleh semangat peningkatan partisipasi lokal dalam pembangunan.

Sumber dari sini.

Jika melongok poin pertama, program IDT ini dicetuskan oleh Prof. Dr. Mubyarto asal Sleman. Apakah gagasan PNPM Mandiri juga berasal dari beliau?

Apa sih PNPM Mandiri itu?

Pada hakekatnya PNPM Mandiri adalah program nasional yang dijalankan oleh semua kalangan untuk menanggulangi kemiskinan . Juga, sebagai perluasan kesempatan kerja melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandiriannya. Tujuan yang lebih luas lagi, berharap adanya peningkatan kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ya, setidaknya itu yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber (yang definisinya seringkali terlalu muluk, seperti kalimat malaikat).

Sejak kapan menggunakan nama PNPM Mandiri dan kapan mulai bergerak?

Dimulai sejak akhir tahun 2006, dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) baru dicanangkan pada 2007.

Saat itu (2006), publik menilai bahwa Presiden telah berbohong dengan menyatakan angka kemiskinan turun. Hal ini dikutip dari naskah Pidato Kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2005. Publik merasa, pemerintah telah dengan sengaja menyembunyikan angka kemiskinan terbaru dari BPS (sumber: PNPM Mandiri dot org).

Kronologis Pembentukan PNPM Mandiri:

- Tanggal 23 Mei 2006 : Rapat antara Menko Kesra, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas beserta staf terkait memutuskan untuk melanjutkan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang mendekati closing date dalam pendanaannya melalui pinjaman Bank Dunia, namun perlu dintegrasikan dalam suatu Wadah Program Nasional dan akan di-scale up ke seluruh desa dan kecamatan miskin.

- Pada rapat tanggal 23 Mei 2006 tersebut tercapai kesepakatan di antara Menko dan Menteri terkait, bahwa Menko Perekonomian yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Boediono akan berkonsentrasi untuk menjaga kestabilan makro ekonomi dan Menko Kesra (Aburizal Bakrie) sepakat untuk mengkoordinasikan program-program yang sifatnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di semua K/L termasuk yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinan.

- Sidang Kabinet tanggal 7 September 2006 khusus untuk Penanggulangan Kemiskinan: Presiden menetapkan kebijakan pemerintah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan masyarakat.

- Tim yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra bersama Deputi Bidang kemiskinan, UKM dan Ketenaga kerjaan Bappenas, Ditjen PMD, Depdagri, Ditjen Cipta Karya Dept. Pekerjaan Umum bekerja keras menggarap konsep, nama dan disain awal program nasional pemberdayaan masyarakat ini dan sepakat mengajukan nama program sebagai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

- 12 September 2006 : Menko Kesra, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan menteri-menteri terkait menyetujui untuk menetapkan “Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)” sebagai instrumen dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.

- Menko Kesra menindak lanjuti mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk menambah alokasi dana BLM (Bantuan Langsung Mansyarakat), Mendagri minta Gub, Bupati/Walikota menyampaikan usulan lokasi, Bappenas merancang pendanaan PNPM pada TA 2007.

- Tanggal 14 September 2006 Presiden RI menyempurnakan nama PNPM menjadi PNPM-Mandiri.

- Logo PNPM Mandiri yang sekarang digunakan diciptakan oleh Tim yang dipimpin oleh Direktur Kemiskinan Bappenas pada saat itu dan pada rapat Tim Pelaksana PNPM Mandiri yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra ditetapkan sebagai Logo Resmi PNPM Mandiri.

- Pada tanggal 30 April 2007 PNPM-Mandiri diluncurkan Presiden di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

- Pada saat diluncurkan PNPM Mandiri terdiri dari : PNPM Mandiri Perdesaan yang merupakan pernyempurnaan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dikelola oleh Ditjen PMD Depdagri dan PNPM Mandiri Perkotaan yang merupakan penyempurnaan dari Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang dikelola oleh Ditjen Cipta Karya Dept. Pekerjaan Umum.

- Pada Tahun 2008, pada PNPM Mandiri ditambahkan program-program yang berbasis pemberdayaan masyarakat , sehingga PNPM Mandiri selain PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan ditambah dengan beberapa program lainnya :

PNPM-P2DTK (Program Pembangunan Daerah Khusus dan Tertinggal, dikelola oleh Kementerian PDT, mendapat pinjaman dari Bank Dunia.

PNPM- PPIP ( Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) yang pada tahun 2009 menjadi RIS-PNPM (Rural Infrastructure Services), dikelola oleh Ditjen. Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, dengan pinjaman dari ADB.

PNPM-PISEW/RISE ( Program Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah/Rural Infrastructure for Social and Economic Activities), dikelola oleh Ditjen. Cipta Karya, Dept. Pekerjaan Umum, Ditjen. Bina Pembangunan Daerah, dan Bappenas, dengan pinjaman dari JICA/JBIC.
Ke-5 program dalam PNPM Mandiri ini merupakan Program Inti (Core) artinya Program yang membangun Sistem, proses dan prosedur serta wadah bagi pemberdayaan masyarakat di setiap desa.

Sejak Tahun 2008, maka dikembangkan pula PNPM yang sifatnya sektoral, dalam artian tidak sepenuhnya open menu namun sudah terfokus pada sektor tertentu, yaitu:

PNPM PUAP (Program Usaha Agribisnis Perdesaan), dikelola oleh Kementerian Pertanian.

PNPM-KP (Kelautan dan Perikanan), dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

PNPM – Pariwisata, dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

PNPM-Permukiman, dikelola oleh Kementerian Perumahan Rakyat.

- Selain itu juga dikembangkan skema-skema PNPM yang sifatnya terfokus pada kelompok sasaran tertentu dan ditambahkan (on-top) pada PNPM inti yang dikelola oleh K/L pengelolanya, yaitu :

PNPM Generasi Sehat Cerdas (PNPM untuk meningkatkan Kesehatan Ibu dan anak dan pendidikan keluarga) dikelola oleh Ditjen. PMD, Kemendagri, mendapat bantuan hibah dari Ausaid/PSF.

PNPM Hijau (Green KDP), ditambahkan pada lokasi PNPM Perdesaan, dikelola oleh Ditjen. PMD, Depdagri, mendapat pendanaan dari Multidonor PNPM Support Facility (PSF).

PNPM-Peduli, PNPM yang diperuntukkan bagi Kelompok masyarakat rentan (korban trafficking, PSK, transgender, anak yatim, para janda kepala keluarga, penyandang cacat, KAT, penderita HIV/AIDS, penderita Lepra, pecandu narkoba, kelompok marginal lainnya), dikelola oleh LSM yang diseleksi, mendapat pendanaan dari Multidonor PSF.

Jika kita membaca kembali kronologis pembentukan PNPM Mandiri, maka jelas sudah bahwa penggagas (nama) PNPM tersebut terdiri dari banyak orang (menteri). Bisalah kita mengatakan, penggagas nama PNPM Mandiri adalah penyelenggara negeri ini di masa 2006.

Selanjutnya, pada tahun 2007 pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal.

Sedikit Tambahan

Ah, saya selalu jengkel jika harus menulis dengan banyak kutipan seperti ini. Apalagi dengan pilihan kata yang menyebalkan. Tapi tidak apa-apalah, setidaknya sekarang saya sudah sedikit mengerti.

Salam!

Selasa, 01 Januari 2013

Berkenalan Dengan PNPM Mandiri Perkotaan

Saya tahu, PNPM Mandiri adalah sebuah program yang sudah berlangsung lama di negeri ini. Sejak bernama P2KP atau program penanggulangan kemiskinan di perkotaan, hingga berganti nama menjadi seperti sekarang ini. PNPM Mandiri. PNPM itu sendiri adalah singkatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.

Meskipun saya sudah mendengarnya cukup lama, bukan berarti saya paham apa dan bagaimana itu PNPM. Sebaliknya, justru saya tidak tahu menahu dengan program ini. Saya lebih mengerti tentang gagasan-gagasan kecil semacam koin untuk Pritta, dibandingkan dengan gagasan besar PNPM Mandiri, baik perkotaan maupun pedesaan.

Hingga pada suatu hari, seorang kawan bernama Windi silaturrahmi ke rumah untuk pertama kalinya. Silaturrahmi itu berlanjut hingga saat ini. Alhamdulillah.

Windi adalah salah seorang pelaku program ini, tepatnya di PNPM Mandiri Perkotaan untuk wilayah Ambulu - Jember. Dari kawan saya inilah, sedikit demi sedikit saya mulai mengerti apa dan bagaimana itu PNPM Mandiri, istimewanya untuk pengembangan wilayah perkotaan.

Atas nama persahabatan, saya berbesar hati untuk menanggalkan kaca mata kuda agar bisa memandang lebih luas tentang program pemerintah yang satu ini. Ternyata menarik. Kini saya tak lagi terjebak untuk melihat dari bantuan bank dunia saja (untuk PNPM Mandiri), atau hanya dari sisi oknum-oknum hitamnya saja (baca: koruptor). Memandang gagasan PNPM Mandiri dengan merdeka membuat kita lebih luas lagi dalam menyikapinya.

Wew, ini adalah artikel perdana yang terkesan berbelit-belit. Maaf! Jumpa lagi di tulisan-tulisan saya berikutnya.

Salam!

Sedikit Tambahan

Tulisan selanjutnya: Ngobrol Dengan Windi, Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan